Astro Sains - Abiogenesis, merupakan salah satu teori tentang asal mula kehidupan. Adapun arti dari kata Abiogenesis ini ialah (A= tidak; Bios= Hidup; Genesis= Kelahiran). Pada dasarnya, teori ini membahas asal-usul kehidupan di bumi ini yang menyatakan bahwa sesuatu yang menghasilkan zat hidup adalah berasal dari zat tidak hidup, atau generasi spontaneo. Teori ini muncul setelah abad ke-19, dan mengatakan bahwa microorganisme atau organisme yang lebih tinggi dapat terjadi dari materi tidak hidup.
Teori ini sendiri didukung oleh beberapa teori dan percobaan. Diantaranya adalah Teori Urey (Harold Urey, 1893), Teori Oparin (Al-Oparin, 1936), Percobaan Stanley Miller (1953) dan prcobaan Shilly . Foks.
Standley MiIller sendiri adalah salah satu murid Ulrey, yang juga cukup tertarik dengan teori cetusan gurunya itu. Selanjutnya, Ulrey memutuskan untuk membuat sebuah model percobaan sesuai model dari teori gurunya.
Ia membuat sebuah alat berupa tabung yang diisi dengan zat seperti CH4, NH3, H2 dan H2O. Selanjutnya, campuran zat tersebut dialirkan melalui sebuah labu yang dilengkapi dengan elektroda yang mampu melepaskan bunga api listrik bertegangan tinggi selama seminggu penuh. Hasilnya, setelah seminggu, ditemukan beberapa jenis asam amino, zat yang amat vital yang merupakan bahan dasar pembentukan protoplasma (substansi makhluk hidup). Namun sayang, zat ini sama sekali tidak menunjukan tanda-tanda kehhidupan sama sekali.

Foks melakukan percobaan serupa dengan Miller. Namun ia tidak berhenti begitu saja setelah menemukan bahwa zat-zat tersebut berhasil membentuk Asam Amino. Ia berhasil mensintesis beberapa jenis asam amino dan memindahkannya ke suatu wadah persemaian. Selanjutnya, teori dan percobaan ini berhasil, asam amino tersebut selanjutnya menunjukan tanda-tanda kehidupan atau gejala hidup semacam virus.
Dari percobaan virus tembakau, Foks menemukan bahwa jika inti virus (asam nukleat virus) dipisahkan dari tubuhnya, maka ia akan menunjukan sifat sebagai benda mati. Sementara jika inti tersebut dikembalikan, maka tanda-tanda atau gejala kehidupannyapun akan kembali. Saat ini, inti virus ini dikenal sebagai DNA (Deoxyribon Nucleic Acid), yaitu suatu materi yang tersusun dari basa-basa nitrogen mengikat gula sederhana yang mengandung gugus fosfat.
Al-Oparin merupakan seorang sarjana Rusia yang memiliki pandangan sama dengan Urey. Namun, karena ia tidak berhasil membuktikan bahwa Amonia, Uap Air, Hydrogen dan metana mampu membentuk asam amino, ia selanjutnya berpendapat, bahwa Asam amonia ini terbantuk secara alami.
Menurut pendapatnya, dahulu kala lautan bumi ini memiliki persediaan bahan organik yang cukup. Setelah kurun waktu yang panjang, bahan-bahan organik ini kemudian saling berikatan satu sama lainnya, dan terbentuklah selaput-selaput. Gabungan dari molekul-molekul organik yang memiliki selaput ini kemudian memiliki kemampuan untuk mengikat molekul lannya dan menyatukan diri, sehingga terbentuk gabungan molekul-molekul baru yang karakteristik. Ikatan atau gabungan molekul-molekul yang kompleks inilah yang diduga merupakan bentuk kehidupan pertama di muka bumi.
Teori ini berlawanan dengan teori tentang asal mula kehidupan lain, yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup lainnya, atau dikenal dengan istilah Biogenesis.
Teori ini sendiri didukung oleh beberapa teori dan percobaan. Diantaranya adalah Teori Urey (Harold Urey, 1893), Teori Oparin (Al-Oparin, 1936), Percobaan Stanley Miller (1953) dan prcobaan Shilly . Foks.
1. Teori Urey
Harold Urey adalah seorang ahli kimia Amerika Serikat yang berpendapat bahwa pada suatu saat, atmosfer bumi kaya akan molekul-molekul seperti CH4 (Metana), NH3 (amonia), H2 (Hydrogen) dan H2O dalam bentuk gas. Selanjutnya, energi yang berasal dari aliran listrik halilintar dan radiasi sinar kosmik menyebabkan molekul-molekul tersebut melakukan reaksi kimia membentuk zat-zat hidup.
Zat hidup tersebut mulanya berbentuk semacam virus pada saat ini, dan setelah jutaan tahun berlalu, zat ini berkembang menjadi organisme hidup.
2. Percobaan Stanley Miller
Standley MiIller sendiri adalah salah satu murid Ulrey, yang juga cukup tertarik dengan teori cetusan gurunya itu. Selanjutnya, Ulrey memutuskan untuk membuat sebuah model percobaan sesuai model dari teori gurunya.
Ia membuat sebuah alat berupa tabung yang diisi dengan zat seperti CH4, NH3, H2 dan H2O. Selanjutnya, campuran zat tersebut dialirkan melalui sebuah labu yang dilengkapi dengan elektroda yang mampu melepaskan bunga api listrik bertegangan tinggi selama seminggu penuh. Hasilnya, setelah seminggu, ditemukan beberapa jenis asam amino, zat yang amat vital yang merupakan bahan dasar pembentukan protoplasma (substansi makhluk hidup). Namun sayang, zat ini sama sekali tidak menunjukan tanda-tanda kehhidupan sama sekali.
3. Percobaan Shilly B. Foks
Foks melakukan percobaan serupa dengan Miller. Namun ia tidak berhenti begitu saja setelah menemukan bahwa zat-zat tersebut berhasil membentuk Asam Amino. Ia berhasil mensintesis beberapa jenis asam amino dan memindahkannya ke suatu wadah persemaian. Selanjutnya, teori dan percobaan ini berhasil, asam amino tersebut selanjutnya menunjukan tanda-tanda kehidupan atau gejala hidup semacam virus.
Dari percobaan virus tembakau, Foks menemukan bahwa jika inti virus (asam nukleat virus) dipisahkan dari tubuhnya, maka ia akan menunjukan sifat sebagai benda mati. Sementara jika inti tersebut dikembalikan, maka tanda-tanda atau gejala kehidupannyapun akan kembali. Saat ini, inti virus ini dikenal sebagai DNA (Deoxyribon Nucleic Acid), yaitu suatu materi yang tersusun dari basa-basa nitrogen mengikat gula sederhana yang mengandung gugus fosfat.
4. Teori Oparin (1936)
Al-Oparin merupakan seorang sarjana Rusia yang memiliki pandangan sama dengan Urey. Namun, karena ia tidak berhasil membuktikan bahwa Amonia, Uap Air, Hydrogen dan metana mampu membentuk asam amino, ia selanjutnya berpendapat, bahwa Asam amonia ini terbantuk secara alami.
Menurut pendapatnya, dahulu kala lautan bumi ini memiliki persediaan bahan organik yang cukup. Setelah kurun waktu yang panjang, bahan-bahan organik ini kemudian saling berikatan satu sama lainnya, dan terbentuklah selaput-selaput. Gabungan dari molekul-molekul organik yang memiliki selaput ini kemudian memiliki kemampuan untuk mengikat molekul lannya dan menyatukan diri, sehingga terbentuk gabungan molekul-molekul baru yang karakteristik. Ikatan atau gabungan molekul-molekul yang kompleks inilah yang diduga merupakan bentuk kehidupan pertama di muka bumi.
ABIOGENESIS, Teori dan Sejarah Singkat Asal Usul Kehidupan
Reviewed by Anggara Feriawan
on
07.15.00
Rating:
Tidak ada komentar: