ASTRO SAINS - Otoritas China dikabarkan kembali melakukan tindakan memukau dengan membangun teleskop radio raksasa dengan diameter hingga 500 meter untuk mendeteksi keberadaan alien atau makhluk luar angkasa.
Sebuah tindakan menakjubkan, terutama jika dipandang dari sisi sains dan pengetahuan dimana fasilitas ini merupakan sumbangan yang sangat berharga bagi perkembangan ilmu astronomi dan sains. Namun benarkah demikian?
Karena jika melihat dampak dibalik pembangunan teleskop raksasa ini, yang dapat kita lihat justru sebaliknya. Sebagaimana dilaporkan situs berita resmi China, Xinhua, teleskop raksasa Teleskop Radio Aperture Spherical (FAST) ini telah selesai dibangun di wilayah perbukitan di provinsi Guizhou dan akan mulai beroperasi tahun ini.
Guizhou memang cocok sebagai wilayah untuk membangun teleskop raksasa ini. Wilayahnya yang terpencil dan jauh dari kota besar akan mempermudah setiap pekerjaan para astronomer dan peneliti dalam menjalankan tugasnya. Namun untuk bisa mewujudkan hal tersebut, sekitar 9110 warga Guizhou harus direlokasi dan merelakan rumah dan kampung halaman mereka digusur dan dijadikan wahana penelitian para cendikiawan.
Pemerintah provinsi Guizhou sendiri sebelumnya telah menjanjikan, bahwa hingga bulan September nanti, mereka akan mampu merelokasi warga menjauh hingga 5 kilometer dari lokasi teropong angkasa raksasa tersebut.
Relokasi ini kabarnya harus dilaksanakan untuk bisa menghasilkan gelombang elektomagnet yang sesuai untuk menyelidiki kehidupan lain di luar angkasa. Dan untuk pembangunannya sendiri, FAST ini menghabiskan dana hingga sekitar 1,2 miliar yuan atau setara Rp 2,4 triliun. Dan tujuannya tidak lain adalah untuk menyaingi Arecibo Observatory di Puerto Rico sebagai teleskop terbesar di dunia.
Miris memang, demi menemukan kehidupan di luar Bumi yang entah butuh berapa lama agar bisa menemukannya. Pemerintah sampai rela menyingkirkan kehidupan dan ppenghidupan yang sudah jelas ada di sekitar mereka, dan membutuhkan rangkulan dan uluran tangan. Kabaranya, para warga yang direlokasi akan diberi dana ganti rugi hanya senilai Rp24,6 juta saja. Dengan dibantu untuk pencarian rumah baru. Bagaimana menurut Anda, tidakkah Anda merasa heran dengan tindakan mereka ini? Atau justru Anda mendukungnya?
Sebuah tindakan menakjubkan, terutama jika dipandang dari sisi sains dan pengetahuan dimana fasilitas ini merupakan sumbangan yang sangat berharga bagi perkembangan ilmu astronomi dan sains. Namun benarkah demikian?
Karena jika melihat dampak dibalik pembangunan teleskop raksasa ini, yang dapat kita lihat justru sebaliknya. Sebagaimana dilaporkan situs berita resmi China, Xinhua, teleskop raksasa Teleskop Radio Aperture Spherical (FAST) ini telah selesai dibangun di wilayah perbukitan di provinsi Guizhou dan akan mulai beroperasi tahun ini.
Guizhou memang cocok sebagai wilayah untuk membangun teleskop raksasa ini. Wilayahnya yang terpencil dan jauh dari kota besar akan mempermudah setiap pekerjaan para astronomer dan peneliti dalam menjalankan tugasnya. Namun untuk bisa mewujudkan hal tersebut, sekitar 9110 warga Guizhou harus direlokasi dan merelakan rumah dan kampung halaman mereka digusur dan dijadikan wahana penelitian para cendikiawan.
Pemerintah provinsi Guizhou sendiri sebelumnya telah menjanjikan, bahwa hingga bulan September nanti, mereka akan mampu merelokasi warga menjauh hingga 5 kilometer dari lokasi teropong angkasa raksasa tersebut.
Relokasi ini kabarnya harus dilaksanakan untuk bisa menghasilkan gelombang elektomagnet yang sesuai untuk menyelidiki kehidupan lain di luar angkasa. Dan untuk pembangunannya sendiri, FAST ini menghabiskan dana hingga sekitar 1,2 miliar yuan atau setara Rp 2,4 triliun. Dan tujuannya tidak lain adalah untuk menyaingi Arecibo Observatory di Puerto Rico sebagai teleskop terbesar di dunia.
Miris memang, demi menemukan kehidupan di luar Bumi yang entah butuh berapa lama agar bisa menemukannya. Pemerintah sampai rela menyingkirkan kehidupan dan ppenghidupan yang sudah jelas ada di sekitar mereka, dan membutuhkan rangkulan dan uluran tangan. Kabaranya, para warga yang direlokasi akan diberi dana ganti rugi hanya senilai Rp24,6 juta saja. Dengan dibantu untuk pencarian rumah baru. Bagaimana menurut Anda, tidakkah Anda merasa heran dengan tindakan mereka ini? Atau justru Anda mendukungnya?
Fakta Miris Dibalik Pembangunan Teleskop Raksasa China FAST yang Super
Wow
Reviewed by Anggara Feriawan
on
16.41.00
Rating:
Tidak ada komentar: