ASTRO SAINS - Penelitian mengenai misteri manusia berperawakan kecil atau biasa disebut 'hobbit' yang ditemukan hidup sekitar 15 ribu tahun lalu di Flores, Indonesia terus berlanjut. Kini para Antropolog memiliki pendapat baru mengenai 'hobbit ini. Dimana manusia jenis ini dianggap tidak termasuk dalam jenis makhluk Homo sapiens. Hal tersebut didasarkan pada sebuah penelitian, yang mana mengungkap bahwa mereka merupakan spesies yang berbeda dengan Homo sapiens.
Sebagaimana dilansir laman Discover (17/02/2016), sebuah studi dan analisis terbaru terhadap tulang belulang makhluk purba berbadan kecil yang ditemukan di Flores ini, ditemukan bahwa mahluk tersebut tergolong dalam jenis homo erectus. Namun klaim ini masih menjadi perdebatan sengit di kalangan peneliti antropologi. Pasalnya, tulang belulang ini ditemukan di Flores tahun 2003 sehingga disebut juga Homo floresiensis.
Salah satu aliran pemikiran berpendapat bahwa Flores Man atau Homo floresiensis ini masih merupakan keturunan dari homo erectus yang memiliki tubuh lebih besar. Namun tubuh mereka mengalami penyusutan secara berangsur-angsur selama ratusan generasi.
Namun para peneliti lain menilai bahwa Flores Man merupakan manusia modern yang berawak dan berotak kecil. Hal tersebut terjadi karena adanya kelainan genetik.
Dalam Journal of Human Evolution, sepasang ilmuwan asal Perancis diketahui menggunakan alat berteknologi tinggi untuk memeriksa kembali lapisan dari tengkorak "hobbit". Adapun lapisan yang diteliti ini adalah sisa-sisa Liang Bua 1 (dijuluki LB1), yakni tempurung yang paling utuh dari sembilan spesimen yang diketahui.
Menurut pengamatannya, banyak informasi yang terkandung pada tengkorak dan mengidentifikasi perbedaan ciri antara Flores Man dengan homo sapiens. "Hasilnya adalah jelas, tidak ada karakteristik dari spesies kita, yaitu homo sapiens," jelasnya.
Namun perlu diingat juga bahwa semua dugaan tersebut sejauh ini masih berupa dugaan sementara, dan belum bisa dipastikan kebenarannya. Entah Flores man ini benar-benar keturunan dari Homo erectus atau bukan.
Sebagaimana dilansir laman Discover (17/02/2016), sebuah studi dan analisis terbaru terhadap tulang belulang makhluk purba berbadan kecil yang ditemukan di Flores ini, ditemukan bahwa mahluk tersebut tergolong dalam jenis homo erectus. Namun klaim ini masih menjadi perdebatan sengit di kalangan peneliti antropologi. Pasalnya, tulang belulang ini ditemukan di Flores tahun 2003 sehingga disebut juga Homo floresiensis.
Salah satu aliran pemikiran berpendapat bahwa Flores Man atau Homo floresiensis ini masih merupakan keturunan dari homo erectus yang memiliki tubuh lebih besar. Namun tubuh mereka mengalami penyusutan secara berangsur-angsur selama ratusan generasi.
Namun para peneliti lain menilai bahwa Flores Man merupakan manusia modern yang berawak dan berotak kecil. Hal tersebut terjadi karena adanya kelainan genetik.
Dalam Journal of Human Evolution, sepasang ilmuwan asal Perancis diketahui menggunakan alat berteknologi tinggi untuk memeriksa kembali lapisan dari tengkorak "hobbit". Adapun lapisan yang diteliti ini adalah sisa-sisa Liang Bua 1 (dijuluki LB1), yakni tempurung yang paling utuh dari sembilan spesimen yang diketahui.
"Sejauh ini, kami telah mendasarkan kesimpulan kami pada gambar di mana Anda tidak benar-benar melihat sangat banyak," kata pemimpin penulis Antoine Balzeau, ilmuwan di Museum Sejarah Alam Perancis.
Menurut pengamatannya, banyak informasi yang terkandung pada tengkorak dan mengidentifikasi perbedaan ciri antara Flores Man dengan homo sapiens. "Hasilnya adalah jelas, tidak ada karakteristik dari spesies kita, yaitu homo sapiens," jelasnya.
Namun perlu diingat juga bahwa semua dugaan tersebut sejauh ini masih berupa dugaan sementara, dan belum bisa dipastikan kebenarannya. Entah Flores man ini benar-benar keturunan dari Homo erectus atau bukan.
Ilmuan Ungkap Teori Baru Terkait 'Hobbit', Si Manusia Purba dari Flores
Reviewed by Anggara Feriawan
on
03.47.00
Rating:
Tidak ada komentar: